Monday, August 22, 2011
Ide
Saturday, March 20, 2010
Prestasi Korupsi di Tangan Indonesia
Wednesday, December 16, 2009
Kerusakan Sumber Daya Alam Indonesia yang Berangsur-angsur Meningkat
Dengan semakin berkurangnya kawasan seperti hutan ataupun perairan, maka Indonesia menjadi kawasan yang rentan akan bencana, khususnya akibat dari kerusakan hutan terjadi bencana alam seperti banjir dan tanah longsor. Sedangkan di perairan kerusakan terjadi akibat kelalaian manusia senidri. Sehingga, tidak jarang bencana dan kelalaian itu memakan banyak korban jiwa dan mengalami kerugian secara materi. Tak hanya itu, seperti halnya hewan dan segala jenis tanaman langka yang dilindungi otomatis akan ikut berkurang. Sementara itu, kawasan tersebut adalah bagian dari SDA yang memiliki potensi sumber daya yang terkandung dalam bumi, air dan alam raya yang dapat didayagunakan untuk memenuhi kebutuhan manusia dan kepentingan pertahanan negara. Namun dengan jumlah kawasan SDA di Indonesia yang berangsur-angsur berkurang, alhasil penyedia kebutuhan seperti air bersih, makanan, obat-obat, serta kebutuhan pokok lainnya juga mengalami krisis.
Maka dari itu, untuk ke depannya, hendaknya kita sebagai warga Indonesia, menyadari akan pentingnya alam ini bagi kita. Indonesia memiliki berbagai kekayaan alam yang semestinya kita manfaatkan namun ada tanggung jawab dalam penggunaannya agar ekosistem yang ada di dalamnya tetap lestari dan tetap dapat kita nikmati keindahannya. Jangan sia-siakan Sumber Daya Alam yang kita miliki sejak lama ini karena kekayaan alam ini merupakan aset negara kita yang juga berguna bagi kehidupan kita.Monday, November 30, 2009
Konsumsi HP semakin Mem”Booming”


Wednesday, November 25, 2009
Secure Our Planet for Future Generations
Sunday, November 22, 2009
Analisa film Half Blood Prince
Saturday, November 21, 2009
Semangat Kekuatan 10 November
Peristiwa di Hotel Yamato, Tunjungan, Surabaya membawa ingatan kita pada pertempuran pemuda Indonesia yang sangat hebat. Setelah munculnya maklumat pemerintah yang menetapkan bahwa mulai 1 September 1945 bendera nasional Sang Merah Putih dikibarkan terus di seluruh Indonesia, gerakan pengibaran bendera makin meluas ke segenap pelosok kota. Antara Jepang dan Belanda menyusun suatu rencana untuk mengambil alih gudang dan beberapa tempat telah mereka duduki, seperti Hotel Yamato. Karena kedudukan mereka merasa kuat, sekelompok orang Belanda mengibarkan bendera Belanda (Merah-Putih-Biru), tanpa persetujuan Pemerintah RI Daerah Surabaya, di tiang pada Hotel Yamato. Pemuda Surabaya mengetahuinya, seketika meledak amarahnya. Mereka merasa Belanda mau menancapkan kekuasannya kembali di negeri Indonesia dan melecehkan gerakan pengibaran bendera yang sedang berlangsung di Surabaya. Para pemuda berebut naik ke atas hotel untuk menurunkan bendera Belanda dan merobek bagian birunya serta mengerek kembali bendera merah putih. Rakyat menyambut keberhasilan pengibaran bendera merah putih itu dengan pekik "Merdeka" berulang kali sebagai tanda kemenangan, kehormatan dan kedaulatan negara RI.
Di lain pihak gencatan senjata antara Indonesia dan tentara Inggris berangsur-angsur mereda. Namun Inggris mengeluarkan ultimatum yang menyebutkan bahwa semua pimpinan dan orang Indonesia yang bersenjata harus melapor dan meletakkan senjatanya di tempat yang ditentukan serta menyerahkan diri dengan mengangkat tangan. Batas ultimatum adalah tanggal 10 November 1945. Ultimatum itu ditolak oleh Indonesia. Sebab Republik Indonesia waktu itu sudah berdiri dan Tentara Keamanan Rakyat sebagai alat negara juga telah dibentuk.
Berbagai bagian kota Surabaya dihujani bom, ditembaki secara membabi-buta dengan meriam dari laut dan darat. Ribuan penduduk menjadi korban, banyak yang meninggal dan lebih banyak lagi yang luka-luka. Tetapi, perlawanan para pejuang juga berkobar di seluruh kota. Peristiwa berdarah di Surabaya ketika itu juga telah menggerakkan perlawanan rakyat di seluruh Indonesia untuk mengusir penjajah dan mempertahankan kemerdekaan. Banyaknya pejuang yang gugur dan rakyat yang menjadi korban ketika itulah yang kemudian dikenang sebagai Hari Pahlawan.
Meskipun dalam pertempuran menewaskan banyak pejuang, tapi mereka tak mudah menyerah karena dasar yang dimiliki adalah semangat perjuangan atas kemerdekaan yang telah sudah diraih


